Gurita neo-imperialis makin menjerat bangsa

Sebuah Pandangan Umum

Indonesia, secara geografis adalah sebuah bangsa besar. Hanya secara geografis aja kok! Selebihnya, justru semakin kecil dalam hampir semua segi! Pejabat pemerintah, pada semua lini aparat pemerintahan, anggota DPR, dan para pejabat BUMN tidak pernah lebih hanyalah sebagai pemeran pada struktur bernegara, hampir tanpa fungsi sama sekali. Sangat rapuh, dan cepat lupa dalam memegang amanat rakyat. Mereka hampir tidak memiliki hati dan otak untuk berpikir mana kepentingan rakyat yang menjadi tanggung jawab mereka untuk diperjuangkan. Dan mana yang cuma kasak-kusuk sana-sini. Kemudian para pejabat hanya terlihat seperti komplotan penjahat yang dengan dalih-dalih memabukan, tidak ingat sama sekali apa yang harus diperjuangkan untuk rakyat, justru secara kolektif merampok hak-hak rakyat, saling mencari kesempatan giliran untuk melakukan korupsi. Korupsi yang dilakukan secara resmi karena kebodohan managemen anggaran negara. Atau korupsi yang dilakukan tidak lebih tidak kurang seperti maling siang bolong. Alias korupsi yang dilakukan tanpa ragu-ragu dan malu-malu lagi! Dengan persepsi, pejabat lain pada semua level telah melakukan hal yang sama!. Jadi lumrah toh!

Kasat mata kita tahu, saat ini, berapa banyak BUMN yang nota bene digantungkan hajat hidup orang banyak padanya justru telah berpindah tangan pada pihak asing. Kalau tidak seluruhnya maka sebagian daripadanya adalah telah menjadi milik asing. Listrik, Air, Komunikasi, Saham-saham unggulan, Retail, semua tinggal menunggu waktu untuk sepenuhnya menjadi milik asing. Kalau itu kasat mata, maka berapa banyak lagi yang sejak reformasi yang lalu bermunculan LSM-LSM lokal yang disuapi dana-dana asing untuk secara halus menjalankan proyek-proyek pembusukan dari dalam. Agar negeri yang sudah babak belur ini makin susah bangkit. Tidak banyak beda dengan yang dilakukan beberapa media cetak dan media TV/radio yang sudah ditumpangi pesan sponsor asing. Secara langsung atau tidak langsung.

Bagi pemerintah sendiri tidak menjadi masalah apakah kebijakannya adalah suatu yang membuat rakyat semakin hidup susah, atau sekedar pemenuhan tuntutan pihak asing. Kenaikan harga BBM, listrik, air minum, sembilan kebutuhan pokok dengan segala efek berantai yang diakibatkannya, menunjukkan dengan jelas pemerintah sendiri tidak memiliki kemampuan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Karena tekanan negara asing, atau memang mereka cuma sekumpulan orang-orang bodoh yang ada disana yang hanya karena faktor keberuntungan keadaan sosial politik negeri yang ajaib ini mereka bisa ada disana. Kalau bukan, pastilah mereka adalah orang-orang yang telah terbeli oleh kekuatan-kekuatan politik-ekonomi global. Atau dengan kata lain, pemerintah kita ternyata hanyalah boneka kekuatan-kekuatan global yang tidak punya hati nurani terhadap rakyat bangsa sendiri, tanpa visi, tanpa misi, pengecut pada bangsa lain, tidak punya pendirian, tidak mandiri, penjilat dana asing, bahkan musuh dalam selimut bagi rakyat sendiri.

Sudah setengah periode pemerintahan ini berjalan dengan visi yang belum pernah terbaca. Setengah periode ini hampir seluruhnya dipenuhi kebijakan-kebijakan yang serba ad-hock. Tanpa perencanaan yang matang, visi yang tidak jelas, bahkan sebagian kebijakan ditarik kembali! Kalau pemerintah sendiri sudah tidak bisa diharapkan, apa sesungguhnya yang sedang berlangsung bagi negeri ini? Dominasi asing disemua lini! Kecendrungan ini sangat jelas. Bangsa ini makin tergadai oleh kekuatan modal asing. Apakah tujuan dari semua ini? Bangsa ini akan dibuat melarat secara ekonomi!, yang pada ujungnya bangsa ini akan sepenuhnya bergantung pada kekuatan ekonomi-politik asing. Pada titik itu jangan lagi bertanya tentang kemandirian bangsa, kemampuan mengatur rumah tangga bangsa sendiri akan menjadi tinggal cerita. Bangsa ini hanya menjadi bangsa buruh, atau bangsa pekerja yang digaji oleh dana-dana asing untuk menjalankan perintah-perintah asing bagi kepentingan bangsa lain. Tidak ada lagi kehormatan dan harga diri dan wibawa sebagai bangsa. Lalu adakah rakyat bangsa ini yang akan diuntungkan oleh keadaan itu? Sebagian besar tidak! Warga bangsa ini masih memiliki pandangan yang terbelah perihal untung-rugi bila bangsa ini dekat pada pihak asing.

Indonesia, yang secara global diketahui sebagai bangsa berpenduduk muslim terbesar di dunia, bukanlah sebuah status yang dengan ringan dan tanpa resiko untuk disandang. Sebagian warga bangsa ini sangat ingin menghilangkan status itu. Terutama bagi saudara-saudara kita yang non-muslim. Bagi mereka, kata muslim dekat pada kemiskinan, kebodohan dan tentu saja kecemburuan terhadap begitu banyak pranata sosial yang berbau Islam. Meskipun dipandang dari sisi manapun, jika atmosfir Islam makin pudar, dan budaya-sosial-politik ala Barat yang kristiani makin terbentuk di negeri ini, itupun sama sekali bukan jaminan bangsa ini akan menjadi maju secara sosial-ekonomi. Dan tentu saja dihitung secara apapun hal itu tidak akan sampai terjadi. Tapi status tinggalah sebuah status kalau secara sosial, ekonomi, politik, dan budaya sudah sangat dekat dengan Barat. Suatu yang sangat mungkin terjadi! Dari sisi bangsa I’sia jelas suatu malapetaka yang maha dasyat jika hal itu sampai terjadi. Lalu siapa yang diuntungkan dari keadaan ini?

Hegemoni global atau penguasaan seluruh dunia pada satu tangan atau satu bangsa adalah kata kunci tujuan dari semua gejolak dunia hari ini. I’sia hanyalah salah satu anak catur untuk sampai kesana. Dan ternyata I’sia adalah salah satu anak catur yang cukup alot dan sulit digerakan. Kenapa? Karena I’sia adalah bangsa muslim terbesar di dunia!.

Kitab suci –Al-Qur’an, sejak diturunkan ke bumi sampai hari ini belum ada yang mampu merubah atau memanipulasi untuk kepentingan apapun. Bahkan Allah menjaga keasliannya sampai akhir zaman. Berbeda dengan kitab perjanjian lama dan perjanjian baru yang sampai saat ini telah begitu manipulatif. Telah sangat banyak berubah dan di-ubah-ubah menurut keperluan zaman. Sehingga tidaklah mengherankan, umat Islam adalah kelompok yang secara global sangat sulit dikutak-katik atau di-propaganda menurut keperluan bangsa non-muslim atau bangsa manapun di dunia.

Kekuatan global non-muslim tentu saja akan terus putar otak untuk menaklukan umat Islam. Kalau kitab sucinya sangat sulit diacak-acak, seperti yang mereka lakukan terhadap Taurat dan Injil berabad yang lalu, maka sisi yang paling mungkin dari umat Islam I’sia untuk dikutak-katik adalah: Dilemahkan secara ekonomi dengan membeli banyak aset dan properti, badan usaha dan saham-saham unggulan, menyuburkan korupsi, dan kemudian melemahkan secara mental-spiritual dengan menyuburkan penggunaan obat-obat terlarang, penyebaran pornografi dan sex bebas, termasuk menjejalkan kepada masyarakat tontonan-tontonan yang tidak mendidik di layar-layar televisi! Kalau cara terakhir yang sudah kasat mata ini didiamkan juga oleh umat muslim, maka kehancuran seperti yang telah direncanakan oleh kekuatan global terhadap bangsa ini tinggal menunggu waktu! Apakah warga bangsa ini yang non-muslim akan juga memetik hasil dari keadaan itu? Tunggu! Jangan senang dulu!

Ujung sebuah cerita, sepanjang apapun ceritanya selalu memunculkan hal-hal yang tidak diduga-duga. Warga non-muslim bangsa ini hampir pasti merasa tersanjung dengan kedekatan psikologis-spiritual mereka dengan bangsa asing yang notabene beratmosfer kristiani. Seakan-akan apapun yang dilakukan kekuatan asing terhadap bangsa ini adalah akan juga menguntungkan mereka dan merugikan warga muslim. Padahal anggapan itu keliru besar! Satu-satunya even dunia yang membawa panji kristiani adalah perang salib pada abad ke-11. Perang itupun adalah hasil rekayasa kaum kesatria templar yang ingin merebut kembali kekuatan keuangan dan properti dari raja-raja perancis pada saat itu. Setelah perang dimenangkan dari tangan kaum muslim, maka mereka kembali menguasai keuangan dunia dan merevisi dan memanipulasi kitab injil bagi kepentingan mereka sampai hari ini! Setelah perang salib itu, tidak ada satupun kejadian di dunia yang membawa kepentingan keristiani. Revolusi Inggris, Revolusi Prancis, Revolusi Bolsyewik di Rusia, Perang dunia I, perang Dunia II, pembunuhan presiden kennedy, pembunuhan Lady Diana, Kerusuhan Mei 1998, Runtuhnya gedung kembar WTC New York, Bom Bali, Bom hotel J.W. Mariot Jakarta, War on global terrorism, sebagaian dari contoh, semua peristiwa itu tidak ada satupun yang membawa pesan kepada kristiani! Barat hanya meminjam semangat sepirit kristiani untuk menghadapi Islam, tanpa ada indikasi usaha global dunia Barat untuk mengkristenkan dunia. Satu-satunya pesan yang dibawa adalah: tindas semua muslim seluruh dunia, Karena kaum muslim adalah batu sandungan terbesar yang menghalangi jalan mereka kepada: ONE WORLD GOVERNMENT! Tidak ada urusan dengan agama!

ONE WORLD GOVERNMENT atau SATU PEMERINTAHAN DUNIA adalah cita-cita para pendiri bangsa Amerika yahudi sejak mereka pertama kali menginjakan kaki di benua Amerika dari Eropa, yang bisa kita lihat pada lembaran uang 1 dollar Amerika sampai hari ini. Meski desain pecahan uang dollar Amerika pecahan yang lain telah sering diubah, namun pecahan 1 dollar Amerika belum pernah diubah sejak Amerika berdiri hingga hari ini. Satu pemerintahan dunia itu sama sekali bukan mengusahakan seluruh dunia menjadi keristiani. Yang mereka lakukan, dan telah mulai terlihat, sama sekali tidak membawa pesan keristiani, tapi justru mementahkan semua agama! yakni Demokrasi dan kebebasan ala Amerika, yang tidak lain demokrasi yang berjiwa zionis. Meskipun zionisme sendiri muncul dari kaum yahudi radikal – kaum yahudi yang tidak lagi berpegang pada kitab taurat yang asli, tidak juga pada injil, apa lagi Al-Quran. Bagi mereka agama hanyalah sampah, sama sekali tidaklah penting, agama apapun itu. Yang terpenting tujuan akhir mereka adalah penguasaan global terhadap seluruh sumber daya alam, seluruh sumber ekonomi, militer, politik, sosial dan budaya dibawah satu tangan, yaitu ZIONISME INTERNASIONAL dengan alat yang berusaha mereka terapkan pada semua bangsa di dunia: DEMOKRASI DAN KEBEBASAN!

Kemudian, apakah saat ini bangsa I’sia sudah masuk kedalam Zionisme Internasional itu, karena bangsa ini telah dengan bangga juga telah mulai menerapkan demokrasi ala amerika? Sayangnya kasat mata, bangsa ini sudah sangat sangat masuk dan termakan ke dalam Zionisme Internasional itu! Hampir tanpa daya sedikitpun punya kemampuan untuk melepaskan diri. Sangat disayangkan, sebagian warga bangsa ini tidak menyadari atau telah salah pengertian terhadap apa yang tengah terjadi. Bahkan sebagian lagi sangat menikmatinya! Kaum non-muslim negeri ini jelas telah salah mengerti, atau termakan propaganda Zionis untuk secara psikologis mudah ter-agitasi terhadap kaum muslim, yang pada ujungnya menghasilkan perpecahan bangsa ini, seperti yang sudah terjadi sangat sporadis di banyak wilayah di negeri ini tahun 1998 dan sesudahnya. Mereka hampir sepenuhnya berhasil!

Perpecahan persepsi soal ini pada warga non-muslim terhadap warga muslim I’sia adalah salah satu masalah besar yang sangat sulit diluruskan. Meskipun tersedia sangat banyak data dan saksi di banyak negara di dunia tentang semua fenomena-fenomena dan bukti yang merujuk kearah itu. Kondisi itu juga diperburuk oleh jaringan Pers Internasional dan lokal baik cetak maupun elektronik, ditambah jaringan LSM-LSM kolaborator asing, yang memang dimiliki dan didanai oleh jaringan zionis, semua bersuara sama membentuk opini publik dunia terhadap apa saja yang menjadi sasaran-sasaran mereka. Dan atau semua menyembunyikan fakta-fakta yang belum diketahui publik, sekaligus mendistorsi fakta-fakta yang terlanjur diketahui publik, atau juga dengan mem-blast dengan sebuah berita baru yang heboh untuk menutupi atau mengalihkan perhatian publik dari berita sebelumnya yang merugikan mereka. Sayangnya masyarakat I’sia sangat mudah digiring opininya dengan cara-cara seperti itu.

Timor Leste, sebuah negara “kristen baru” hasil kasak-kusuk kekuatan asing yang memaksa I’sia melakukan refrendum yang dimanipulasi habis-habisan oleh tangan-tangan asing untuk melepaskan diri dari NKRI, apakah saat ini Timor Leste serta-merta menjadi daerah yang lebih baik ketimbang masih berada dalam NKRI? Tidak sama sekali! Bahkan sebaliknya, Timor Leste semakin miskin dan pertikaian politik terus terjadi. Mengapa negara-negara Barat itu tidak langsung memakmurkan Timor Leste (karena sudah lepas dari negeri islam I’sia)? Tidak oleh IMF? Tidak World Bank? Tidak Vatican? Tidak juga Federal Reserve? Semua kekuatan-kekuatan keuangan dunia itu dan banyak lagi lembaga keuangan dunia lainnya dimiliki oleh satu kelompok, yaitu kelompok Zionis Internasional! Dan yang berusaha melepaskan Timor Leste dari NKRI adalah mereka juga! Fokus mereka adalah memang bukan ingin memakmurkan Timor Leste yang kristen, tapi memecah NKRI menjadi banyak bagian agar lebih mudah dikontrol. Seperti yang “tangan-tangan” mereka coba lakukan di Ambon, Poso, Aceh, Sambas, Papua, Jakarta. Jadi, fokus yang ingin digarap tidak lebih adalah PECAHKAN NKRI!

Alhasil kedekatan psikologis-spiritual kaum non-muslim I’sia dengan kekuatan ekonomi-politik Barat yang masih “berwarna” kristen yang bermain di negeri ini sama sekali tidak ada relevansinya dengan “menyodorkan warna kristen” ke negeri muslim terbesar di dunia ini. Faktanya, Zionis Internasional sama sekali tidak ada kepentingan, dan tidak peduli pada merubah dunia menjadi kristen. Mereka justru menjadikan kristen sebagai kuda tunggangan dan alat mengadu domba terhadap dunia Islam! Kalau dunia kristen dan Islam berhadapan, mereka justru bersorak, dan malah menyediakan persenjataan untuk itu. Pabrik-pabrik senjata mutahir mereka justru mengeruk keuntungan dari situasi seperti itu. Itu berarti, sekali lagi, perang salib berhasil mereka ciptakan. Dan sekali lagi, hanya kelompok mereka yang memetik keuntungan!

Kemudian, kalau bangsa ini telah terlanjur masuk perangkap Zionis Internasional, sisi mana dari struktur negara bangsa ini yang paling lemah sehingga begitu mudah disusupi, atau di-cuci otak oleh propaganda asing, atau kolaborator asing? Sisi mana pula yang paling mungkin untuk diperkuat agar tidak mudah di-obok-obok tangan-tangan Zionis itu? Jawabanya hanya satu: Pemimpin negara! Persoalannya adalah, pemimpin yang seperti apa? Pemimpin yang memang memiliki visi dan misi untuk berfikir dan bekerja bagi kemakmuran rakyat, atau, pemimpin yang gampang diajak bekerjasama dengan kepentingan Barat? Karena antara keduanya sangat berbeda! Sejauh ini, bangsa ini baru pernah memiliki tipe pemimpin yang kedua!

Tipe pemimpin seperti ini adalah yang cuma pintar berjanji manis pada masyarakat pada saat kampanye pemilu. Selebihnya, otak dan hatinya sesungguhnya kosong! tanpa visi tanpa misi, dan tanpa pengetahuan dasar tentang apa sesungguhnya yang sedang berlangsung secara global. Serta pengetahuan dasar tentang apa sesungguhnya yang dibutuhkan bangsa ini, dan apa yang sedang mengancam! Pekerjaan sehari-harinya hanyalah mengikuti agenda-agenda “kerja” yang sudah ditetapkan. Pertemuan-pertemuan dan rapat yang lepas dari substansi kebutuhan esensi rakyat. Dan protokoler-protokoler bergaya penting. Semua dilakukan hari demi hari seakan-akan semuanya beres! Orang-orang disekelilingnya hanyalah orang-orang yang mengejar kesempatan untuk dekat dengan lingkaran kekuasaan. Alias kaum oportunis-penjilat. Otak mereka lebih kosong lagi! Karena yang menjadi perhatian mereka cuma gengsi jabatan dan kesempatan yang luas untuk mencuri dan mengkorupsi jatah-jatah bagi kesejahteraan rakyat!

Korupsi berjamaah dan efek berantai yang terbentuk sampai pada level terendah menjadi sangat lumrah. Hidup rakyat makin susah, ketidak adilan sosial makin dalam, biaya hidup makin tinggi, tingkat pengangguran makin tinggi, dunia pendidikan telah kehilangan spirit semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedikit indikator itu cukup menjelaskan bahwa pemerintah sesungguhnya tidak berfungsi! Segalanya hanya bisa diukur dengan uang! Semua selalu uang! Dan uang!! Kalau dalam segala hal rakyat harus memperjuangkan sendiri peluang-peluang untuk bertahan hidup, memperjuangkan sendiri peluang-peluang bagi “hak” mendapatkan pendidikan yang cukup, maka dimana letak fungsi pemerintah?? Karena semua hanya diukur dengan uang, maka tidak heran, disemua level pemerintahan berebut kesempatan untuk korupsi dengan begitu banyak proyek-proyek yang hampir semuanya tidak efisien, tidak efektif, bahkan sering mengada-ada! Yang penting bikin proyek supaya ada lahan untuk dikorupsi!! Bocor dimana-mana. yang sampai kepada rakyat tinggal “ampasnya” saja! Keadaan seperti inikah yang bisa diharapkan dapat membuat masyarakat bangsa ini adil dan makmur? Bullshit!

Adalah kewajiban pemerintah memudahkan kehidupan rakyat, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menjamin pendidikan yang layak bagi rakyat seperti yang tercantum didalam Undang-undang Dasar negeri ini. Bila hal-hal mendasar ini tidak dapat diusahakan oleh pemerintah, maka dengan kata lain pemerintahan tidak berfungsi! Atau kalau memang pemerintah sudah mengusahakan seperti yang dituntut oleh UUD, maka hanya ada dua hal: pemerintahnya bodoh, sehingga tidak tau apa yang harus dilakukan. Atau pemerintah memang telah dikuasai oleh kekuatan asing. Dalam hal ini pemerintah tidak ada keberanian untuk meng-counter, atau karena telah begitu banyak “bantuan” yang diterima dari pihak asing dengan begitu banyak konsesi yang dijanjikan pemerintah. Sehingga jika pihak asing dilepas maka banyak pula tuntutan pihak asing yang harus dipenuhi pemerintah, namun sesungguhnya kita juga tidak mungkin bisa memenuhi tuntutan mereka. Dengan kata lain, bangsa kita sudah masuk kedalam perangkap yang memang sudah dirancang oleh pihak asing: bergantung sepenuhnya pada kekuatan asing!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: