Ha ha Kendaraan Tahun 2005 Ke Atas Tidak Boleh isi Premium!

Satu lagi kebijakan coba-caba dari pemerintah yang ingin mengurangi subsidi BBM khususnya premium untuk menutupi lobang asumsi APBN yang mulai berjalan diluar perkiraan pemerintah alias defisit asumsi anggaran dengan pembatasan hanya mobil tahun 2005 kebawah yang boleh menggunakan premium.

Mengakali kemungkinan defisit rencana anggaran subsidi BBM dengan kebijakan yang parsial seperti inilah yang kemudian memunculkan masalah-masalah berantai baru yang justru membuat kebijakan itu menjadi tidak efektif. Lagi pula apa yang salah dengan sebuah pemerintah yang memsubsidi kebutuhan BBM rakyatnya? yang salah justru ketika pemerintah justru lepas tangan dengan kebutuhan rakyatnya akan BBM, apa lagi jika malah memberatkan rakyat!

Dimanakah sense of defender for people bagi pemerintah jika semua kesulitan pemerintah harus ditanggung renteng dengan rakyatnya yang notabene pemerintah bekerja dan difasilitasi oleh negara untuk rakyat?

Anehnya lagi, pemerintah mengukur nilai BBM dengan ukuran internasional yang jelas-jelas kemampuan ekonomi rakyat kita berbeda dengan yang ada pada negara maju. Dengan alasan kalau lebih murah di dalam negeri maka akan menguntungkan kalau BBM dijual keluar negeri. Sungguh jauh dari semangat dan niat untuk mensejahterakan rakyat! Apa lagi indonesia masih sebagai negara anggota OPEC.

Kembali ke kendaraan diatas tahun 2005 yang tidak boleh menggunakan BBM jenis premium, secara teknis mereka akan kerepotan dengan ‘ritual’ mengisi BBM begitu banyak kendaraan setiap hari karena harus mengecek lebih dulu tahun pembuatan kendaraan tersebut.

Kalau mau jujur niat ingin menghapuskan subsidi BBM bisa dilihat secara lebih konfrehensif bukan saja karena kendaraan baru (tahun 2005 keatas), tapi harusnya bersinggungan langsung dengan policy kepemilikan kendaraan bermotor kaitannya dengan kemacetan lalu-lintas dan pemberdayaan kendaraan umum yang layak dan manusiawi (lihat artikel tentang bus way).

Sesungguhnya begitu banyak pos-pos yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti subsidi BBM yang berkaitan langsung dengan pengaturan kepemilikan kendaraan bermotor, lalu-lintas jalan, dan arus pergerakan manusia dan barang ke Jakarta yang lebih dari cukup untuk menambal devisit (kalau memang devisit) subsidi BBM. Jadi bukan hanya mempersoalkan kendaraan tahun 2005 keatas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: