Terimakasih pak SBY sudah menjadikan penusukan seorang pendeta sebagai isu antar agama!

Penusukan seorang pendeta dan Jamaat HKBP Ciketing Asem (12/9/10), Bekasi oleh orang tidak dikenal begitu cepat direspon pejabat negara setingkat presiden. Adakah yang salah dengan itu?

Sejauh ini belum diketahui siapa yang melakukan penusukan itu dan apa motifnya, jadi sejauh ini masih dianggap kriminal murni. Tapi karena korbannya adalah seorang pendeta yang sampai saat ini masih dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan seorang lagi aktifis gereja di Bekasi wajar saja kita merasa khawatir bahwa kasus ini bisa menjadi isu antar agama. Apa lagi ini terjadi pada suasana lebaran. Tak ayal lagi media meliput dengan begitu banyak bumbu kalimat yang bernuansa sensitif antar agama. Sampai disitu terasa masih wajar sebagai sebuah berita biasa seperti halnya berita-berita keriminal lain. Tapi apa yang terjadi ketika pejabat setingkat SBY langsung merespon kasus ini dengan kalimat yang jelas-jelas bernuansa konflik antar agama atau kerukunan antar agama? maka setelah presiden merespon kasus ini yak ayal lagi kasus ini benar-benar menjadi kasus sensitif antar agama!

Bahkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Timur Pradopo mengatakan peristiwa penusukan pendeta Hasean Lombantoruan bukan konflik agama melainkan kriminal murni.

Presiden sendiri telah blow-up kasus ini menjadi kasus sara ketika pelaku dan motifnya justru sama sekali belum jelas! Berita yang tadinya hanya sebuah kasus kriminal biasa menjadi luar biasa karena presiden tidak tau persis hal-hal apa yang perlu direspon segera atau hal-hal apa yang cukup direspon oleh pejabat negara dibawahnya saja.

Presiden SBY kadang sama sekali tidak memiliki sesuatu untuk merespon hal-hal yang dianggap penting dan menyita perhatian masyarakat, kalaupun kemudian direspon namun sangat terlambat – semacam kasus bank century, dan yang terakhir kasus penangkapan petugas perbatasan RI yang ditangkap petugas perbatasan Malaysia. Lucunya presiden bisa merespon hal-hal yang dianggap sepele dan kurang penting dengan sangat cepat bahkan seperti berlebihan seperti kasus penusukan pendeta ini. Padahal kalau ada pak haji yang sedang berjalan menuju mesjid ada yang menikam seperti yang terjadi dengan pendeta itu apakah presiden akan bereaksi sama? bisa dipastikan tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: